Mirja Saputra
1206104020025
Penjaskesrek
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Syiah Kuala
Darussalam, Banda Aceh - 2014
KESIMPULAN KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 memiliki tujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu
siswa dan mendorong siswa untuk aktif.
Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa standar penilaian pada kurikulum
baru tentu berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Mengingat tujuannya untuk
mendorong siswa aktif dalam tiap materi pembelajaran, maka salah satu komponen
nilai siswa adalah jika si anak banyak bertanya.
Selain keaktifan bertanya, komponen lain yang akan masuk dalam standar
penilaian adalah proses dan hasil observasi siswa terhadap suatu masalah yang
diajukan guru. Kemudian, kemampuan siswa menalar suatu masalah juga menjadi
komponen penilaian sehingga anak terus diajak untuk berpikir logis.
Terdapat beberapa perubahan mendasar dari kurikulum
2006 ke kurikulum 2013 Yaitu
1. Penataan
Pola Pikir
2. Pendalaman
dan Perluasan Materi
3. Penguatan
Proses
4. Penyesuaian
Beban
Sedangkan elemen yang berubah antara lain
1. Standa
Kompetensi Lulusan
2. Standar
Isi
3. Standar
Poses
4. Standar
Penilaian
Kurikulum
2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu
menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific appoach)
dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya,
menalar, mencoba, membentuk jejaring
Proses
pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Proses hasil belajar menggunakan Penilaian autentik (Authentic
Assessment) yaitu pengukuran yang bermakna secara signifikan atas
hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan
secara
konseptual, kurikulum 2013 jelas ada perubahan signifikan. Perubahan itu
tentunya dimaksudkan untuk menjadikan pendidikan menjadi lebih baik. Tapi
Sejujurnya, pemahaman akan kurikulum 2013 bagi guru, masih sangatlah kurang. Tidaklah
cukup dalam waktu yang singkat sabagai salah satu materi Diklat Online.
Meskupun begitu, adanya materi kurikulum 2013 pada diklat online yang
dilaksanakan oleh P4tk Matematika Yogyakarta, membuat guru yang tadinya tidak
tahu sama sekali dengan kurikulum 2013, akan menjadi tahu. Dan bagi yang sudah
tahu bahkan sudah mengikuti diklat khusus, dapat membagi pengalaman dan
pengetahuannya, serta saling berbagi .
Dalam kurikulum 2013, pembelajaran scientific
dikenal adanya kegiatan mengamati, menanya, menalar, mengasosiasi dan
menkomunikasikan (membangun jejaring sosial), kesimpulannya bahwa dalam
pembelajaran kurikulum 2013 ini guru tidak langsung menjelaskan materi
pelajaran kepada siswa tetapi memancing siswa untuk menggali dengan cara
mengamati dan siswa disuruh membaca terlebih dahulum bahan materi yang
dipelajari, guru menanyakan point-point materi yang ingin dibahas, siswa
dibagibeberapa kelompok diskusi atau disuruh menggali materi bersama-sama
teman, tukar pikiran dan siswa mempersentasikan materi tersebut ke depan kelas,
guru meluruskan jawaban dan mulai membuat penjelasan singkat dan menyimpulkan
hasil diskus siswa yang mempersentasikan tersebut, kemudian guru dan siswa
menugaskan siswa membentuk jejaring sosial sehingga pembelajaran kelihatan
aktif dan guru tidak terlalu capek karena hanya sekedar menyimpulkan dan tanya
jawab kepada siswa
Namun demikian saya
memiliki kendala dalam melakukan penilaian Autentic katena
dalam kurikulum 2013 ini saya menyimpulkan bahwa penilain sikap itu adalah yang
pertama dan utama, baru disusul dengan penilai ketrampilan dan pengetahuan,
terbalik dengan kurikulum 2006 yang mengutamakan kognitif. Dalam hal ini
tugas guru agak sedikit berat dan perlu ketelitian dalam mengenal siswa satu
pesatu, tidak bisa secara clasical. Banyak hal yang membuat kita
mengalami hambatan yaitu aspek-aspek penilaian sikap itu memiliki beberapa
unsur misalnya, nilai kedisiplinan, kerjasama dan sikap menghargai pendapat
orang lain dll.
Sejumlah hal yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum
2013 adalahsebagai berikut:
a. Perubahan
proses pembelajaran dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu dan
proses penilaian dari berbasis output menjadi berbasis
proses output memerlukan penambahan jam pelajaran
b. Kecenderungan
akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran (KIPP dan MELT di AS,
Korea Selatan)
c. Perbandingan
dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih
singkat, dan
d. Walaupun
pembelajaran di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran
tutorial
Sementara
itu, Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya:
a. Kurikulum
belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan
pendidikan nasional.
b. Kompetensi
belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
c. Beberapa
kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya
pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills
dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum
d. Kurikulum
belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat
lokal, nasional, maupun global.
e. Standar
proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga
membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran
yang berpusat pada guru.
f. Standar
penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan
hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan
g. Dengan KTSP
memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi
Selain itu
alasan pengembangan kurikulum juga disebabkan oleh beberapa hal berikut:
1.
“tantangan masa depan” seperti, globalisasi, masalah
lingkungan hidup, pergeseran kekuatan ekonomi dunia, kemajuan teknologi dan
imformasi, dll
2.
“Fenomena negatif yang mengemuka” seperti, narkoba,
korupsi, tawuran pelajar, kecurangan dalam ujian, dll
3.
“kompetisi masa depan” seperti, kemampuan berkomunikasi,
kemampuan menjadi warga negar yang bertanggung jawab, memiliki kesiapan untuk
bekerja, dll
4.
“persepsi masyarakat” se[erti, terlal menitik beratkan
pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan arakter, dll
Faktor – faktor keberhasilan implementasi kurikulum
1.
Ketersedian buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar
yang mengintegrasikan standar
pembentukan kurikulum.
2.
Penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan
3.
Penguatan manajemen dan budaya sekolah
4.
Fakto pendukung
Dampak yang di harapkan dari pengembngan kurikulum 2013
1.
Peserta didik lebih produktif, kreatif, inofatif,
afektif, lebih bergairah dan senang di sekolah dan belajar.
2.
Pendidik dan tenaga kependidikan lebih bergairah dalam
mengajar dan lebih mudah memenuhi ketentuan 24 jam per minggu
3.
Manajemen sauan pendidikan lebih mengedepankan pelayanan
pembelajaran termasuk bimbingan dan penyuluhan dan aktifasi atas semaraknya
variasi kegiatan pembelajaran
4.
Masayarakat umum memperoleh lulusan sekolah yang kopeten
dan kebetuhan pendidikan dapat di penuhi oleh sekolah serta dapat meningkatkan
kesejahteraannya
5.
Negara dan bangsa meningkatkan reputasi internasional
dalam bidang pendidikan, meningkatkan daya saing, dan berkembangnya peradaban
bangsa...

0 Comments
kritik dan saran saya harapkan, agar bisa menjadi motivasi bagi saya untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik ke depannya