A. Pengertian Bola Basket
Bola basket merupakan salah satu permainan bola besar yang dimainkan secara berkelompok, yang terdiri dari dua tim dan setiap timnya yang memiliki lima orang anggota. Kedua tim tersebut harus bertanding untuk bisa mendapatkan sejumlah poin dengan cara memasukkan bola ke sebuah ring/keranjang lawan. Permainan bola basket dapat dimainkan dalam ruang tertutup dan terbuka. Bola basket ini sendiri merupakan sebuah cabang olahraga yang paling diminati oleh banyak orang di berbagai belahan dunia. Dalam hal ini negara Amerika Serikat merupakan negara yang paling meminati jenis olahraga ini, terbukti dengan adanya NBA atau National Basketball Association di negara Amerika yang juga sudah sangat dikenal oleh banyak negara. Berikut adalah beberapa pendapat ahli tentang pengertian bola basket:

  1. Danny Kosasih Bola Basket yaitu sebuah permainan yang menggunakan suatu kecepatan (kaki dan tangan) dalam waktu yang tepat. Hal tersebut harus dapat dilatihkan saat mengembangkan serta dapat melatih skill individu pemain, fisik, emosi dan team balance, baik dalam posisi defense maupun offense.
  2. Nuril Ahmadi Bola Basket yaitu suatu permainan sangat sederhana yang mudah dipelajari serta juga dikuasai secara sempurna, dan dituntut harus melakukan sebuah latihan baik (disiplin) dengan suatu tujuan untuk dapat membentuk kerja sama dalam tim
  3. Imam Sodikun Bola Basket merupakan sesuatu jenis olahraga permainan yang menggunakan bola besar yang dapat dimainkan dengan tangan. Bola boleh dioper (dilempar ke teman), boleh juga dipantulkan ke lantai (di tempat maupun sambil jalan) dan tujuannya yaitu untuk memasukan bola ke basket (keranjang) lawan. Permainan dapat dilakukan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari 5 pemain. Setiap regu akan berusaha memasukan bola ke keranjang lawan dan dapat menjaga (mencegah) keranjangnya sendiri kemasukan sedikit mungkin.
B. Tujuan dan Manfaat Permainan
Tujuan utama permainan bola basket adalah membuat nilai sebanyak mungkin dengan memasukkan bola basket ke ring (keranjang) lawan, serta mencegah hal yang sama dari lawan.
Permainan bola basket juga memiliki sederet manfaat, yaitu:

  1. Melatih otot tubuh. Faktanya, olahraga ini mampu menggerakkan seluruh organ tubuh secara intens. Misalnya saat sedang berlari, mendribel, melempar, dan lainnya yang selalu melibatkan otot tubuh.
  2. Menjaga ketahanan tubuh. Gerakan-gerakan saat bermain bola basket dapat membuat badan menjadi lincah sehingga mampu menjaga ketahanan tubuh.
  3. Menahan daya imunitas tubuh. Tak hanya buah-buahan yang mampu mengoptimalkan sistem imun tubuh, tetapi olahraga bola basket juga bisa melakukannya. Aktivitas itu merupakan salah satu olahraga yang mampu mencegah bakteri dan virus yang bersifat patogen.
  4. Membangun keseimbangan dan koordinasi tubuh. Bermain bola basket adalah olahraga yang dilakukan antara kerja sama tangan, kaki, dan mata dalam koordinasi yang erat. Tentunya hal ini akan membangun keseimbangan dan keterampilan fungsi koordinasi tubuh.
  5. Meningkatkan keterampilan motorik. Setiap pemain harus menggerakkan hampir seluruh anggota tubuh inti dalam olahraga ini, sehingga mampu meingkatkan saraf motoriknya.
  6. Membentuk tubuh ideal. Permainan bola basket adalah aktivitas yang sangat identik dengan olahraga fisik. Karena itulah kalori akan terbakar dengan sendirinya.
  7. Tubuh menjadi lebih tinggi. Tak sedikit atlet bola basket memiliki badan yang tinggi. Hal itu dikarenakan permainan bola basket mampu meregangkan otot kaki, tulang belakang, serta tulang kaki. Dengan memanjangkan tulang-tulang tersebut, tubuh akan menjadi lebih tinggi.
  8. Menurunkan berat badan. Olahraga bola basket dapat membakar sekitar 700-750 kalori yang ada, sehingga lemak yang berlebih akan hilang saat bermain.
  9. Menghindari osteoporosis. Hal ini bermanfaat lantaran melakukan aktivias lari yang dapat membuat tulang-tulang dalam tubuh akan semakin kuat jika dilakukan secara teratur.
  10. Meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Bola basket adalah permainan cepat yang melibatkan banyak lari, dribbling, berbalik cepat, passing, melompat, dan melempar bola ke ring. Jadi, olahraga ini dapat berfungsi sebagai latihan kardiovaskular yang efektif, karena mempercepat pernapasan dan meningkatkan pasokan darah yang mengangkut manfaat oksigen ke otot-otot.
C. Sejarah Permainan Bola Basket


Basket adalah permainan yang diciptakan oleh seorang guru olahraga bernama James Naismith di sekitar tahun 1891. Saat itu, James ingin membuat sebuah permainan yang bisa dimainkan oleh muridnya dalam ruangan tertutup selama musim dingin. James terinspirasi dari permainan masa kecilnya dan mulai menciptakan olahraga basket. Basket ciptaan James tentunya jauh berbeda dari yang sekarang. Saat itu, James hanya membuat beberapa aturan dasar agar bisa diterima oleh banyak orang. Beberapa aturan yang diterapkan saat itu adalah setiap tim terdiri dari sembilan orang dan tidak adanya teknik dribble. Jadi, saat itu penggiringan hanya dilakukan dengan cara melempar bola. Seiring dengan berjalannya waktu, permainan ini terus berkembang dan mulai dinamakan sebagai basketball. Permainan ini pun menyebar di Amerika dan terus berkembang pesat sampai sekarang.

Untuk di wilayah Asia, Cina termasuk salah satu negara pertama yang mulai mengenal olahraga basket selain Jepang dan Filipina. Pada tahun 1920-an, orang-orang Cina merantau ke Indonesia dan secara tak langsung ikut memperkenalkan olahraga basket. Pada tahun 1930-an, perkumpulan-perkumpulan basket mulai bermunculan di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Medan. Basket kemudian semakin berkembang pesat setelah Indonesia merdeka di tahun 1945.

Indonesia pertama kali menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 1948 di kota Solo. Pada kesempatan tersebut, permainan bola basket telah masuk dalam daftar pertandingan. Meskipun demikian, faktanya olahraga bola basket baru resmi diakui negara Indonesia pada tahun 1951. Pada saat itu, yang memegang peran sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia ialah Maladi. Tak lama kemudian beliau menjabat sebagai Menteri Olahraga. Pada tahun 1955, organisasi ini mengalami perubahan menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) dengan tujuan untuk menyatukan organisasi-organisasi bola basket yang tersebar di seluruh pelosok indonesia.

D. Peraturan Permainan Bola Basket
Bola basket yang dinaungi oleh sebuah organisasi yakni PERBASI (dalam tingkat nasional) dan FIBA (dalam tingkat internasional/dunia). Tugas organisasi ini yaitu untuk menetapkan sebuah peraturan di dalam bermain atau bertanding. Peraturan dalam basket bisa meliputi banyak hal, mulai dari jumlah pemain, durasi waktu pertandingan, hingga hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya di bawah ini.

1. Pemain
Setiap tim terdiri dari 5 orang pemain dan beberapa cadangan. Tim biasanya dibagi menjadi tiga, yaitu pemain depan, tengah, dan belakang. Pemain depan bertugas untuk menyerang sekaligus menghalangi tim lawan menerobos pertahanan. Pemain tengah bertugas untuk memberikan umpan dan menghalau serangan lawan. Sedangkan, pemain belakang punya tugas utama melakukan pertahanan sambil sesekali memberikan umpan kepada teman satu timnya.

2.  Skor dan Durasi Pertandingan
Durasi permainan bola basket menurut Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) adalah 4×10 menit, sedangkan aturan National Basketball Association (NBA) adalah 4×12 menit. Tiap pergantian babak, ada jeda waktu istirahat selama 10 menit. Dalam kurun waktu tersebut, tim harus berlomba-lomba mencetak poin sebanyak mungkin. Pemenang dari pertandingan adalah tim yang bisa mendapatkan skor lebih tinggi di akhir permainan.

3. Aturan Waktu Membawa Bola
Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) mengeluarkan beberapa aturan tentang waktu penguasaan bola.

  1. Peraturan 3 Detik: Saat tim sedang menguasai bola, pemain hanya boleh berada di dalam area terlarang lawan selama 3 detik. Bila lebih dari 3 detik akan dianggap sebagai pelanggaran.
  2. Peraturan 8 Detik: Pemain boleh mempertahankan bola di daerah timnya sendiri, tetapi dibatasi waktu selama 8 detik. Jika bola masih berada di daerah pertahanan tim setelah lewat waktu 8 detik, hal ini dianggap sebagai pelanggaran.
  3. Peraturan 24 Detik: Pemain boleh melakukan serangan hanya dalam waktu 24 detik sebelum bola menyentuh ring. Bila penyerangan dilakukan lebih dari waktu yang ditentukan, tim akan dinyatakan melakukan pelanggaran.
4. Pelanggaran/Foul dalam Bermain Bola Basket

  1. Touching: Menyentuh tangan para pemain lawan yang akan menembak bola ke dalam ring.
  2. Pushing: Mendorong para pemain lawan yang akan menembak bola ke dalam ring dengan sengaja.
  3. Jumping: Saat seorang pemain akan melakukan lompatan dengan posisi menembak tetapi tidak jadi menembak.
  4. Traveling: Membawa bola tanpa didribble yang gerakannya akan melebih dari 3 langkah adalah sebuah pelanggaran.
  5. Double Dribble: Bola yang sudah dapat dipegang dengan dua tangan setelah dribble tidak boleh di dribble lagi.
  6. Offensive Foul: Pelanggaran yang akan dilakukan pada pemain lawan saat kita sedang menyerang.
  7. Defensive Foul: Pelanggaran yang sudah dilakukan pada pemain lawan saat saat kita melakukan pertahanan.
  8. Personal Foul: Pelanggaran yang dapat dilakukan oleh seorang pemain dalam satu tim. Maksimal pelanggaran adalah 4 kali.
  9. Foul Out: Pelanggaran ke lima yang dilakukan oleh seorang pemain yang dapat mengakibatkan dia diusir dari permaianan.
  10. Team Foul: Tembakan bebas yang dapat dihadiahkan pada sebuah tim karena tim lawan sudah melakukan pelanggaran lebih dari 5 kali.
  11. Back Ball/Back Court: Pelanggaran yang harus dilakukan karena mendribble, mengoper atau membawa bola kembali ke bidang pertahanan setelah melewati garis tengah.
  12. 30 Second Violation/24 Second Violation: Pelanggaran saat para pemain dari tim menyerang tidak melakukan tembakan ke ring lebih dari 30 atau 24 detik.
  13. 10 Second Violation/8 Second Violation: Pelanggaran pada saat salah satu pemain yang menyerang memegang bola dan tidak mengoper atau juga menembak lebih dari 10 atau 8 detik.
  14. 3 Second Violation: Pelanggaran yang akibat para pemain menyerang tidak melakukan tembakan bebas lebih dari 3 detik.
  15. Technical Foul: Pelanggaran akibat dapat melakukan foul terhadap peraturan legal dalam permainan bola basket, contohnya memprotes suatu keputusan wasit.
  16. Unsportmanslike Foul: Pelanggaran dengan sanagt keras atau niat mencederai lawan. Pemain ini bisa didiskualifikasi dan menerima suatu sanksi dari kompetisi.
5. Ukuran Lapangan dan Ring Bola Basket
Ada banyak unsur dalam lapangan bola basket yang harus diketahui oleh semua pemain. Unsur-unsur tersebut meliputi garis lapangan, ring basket, dan papan pantul.

Ukuran Lapangan Bola Basket
Panjang : 28 meter
Lebar : 15 meter
Diameter lingkaran tengah : 3,6 meter
Jarak garis tiga poin ke ring : 6,75 meter
Jarak garis busur ring basket : 1,25 meter.
Ukuran Ring dan Tiangnya:

Ukuran Ring Basket
Tinggi ring : 3,05 meter
Diameter ring : 45cm
Jarak tiang ring ke endline : 1 meter
Panjang papan pantul : 1,8×1,05 meter
Ukuran kotak tengah papan pantul : 59x45cm
Jarak papan pantul ke endline : 1,2 meter

Ukuran Bola Basket
Bola basket harus diisi angin hingga kencang, sehingga jika bola dipantulkan dari sebuah ketinggian 180 cm maka akan melambung hingga tinggi 120-140 cm.
Keliling bola basket 75-78 cm.
Berat bola basket 600-650 gram.
Lapisan pada luar bola basket terbiat dari kulit yang lentur.
Lapisan dalam bola basket ini terbuat dari karet atau sejenisnya.

E. Teknik Dasar Permainan Bola Basket
Seorang pemain harus benar-benar menguasai teknik dasar permainan basket agar bisa berlaga di sebuah turnamen. Teknik dasar basket meliputi cara memegang bola, dribble, passing, pivot, shooting, rebound, dan slam dunk.

1. Teknik Dasar Memegang Bola
Dalam olahraga basket, memegang bola bukanlah sesuatu yang sepele. Cara memegang yang benar akan membuat Anda lebih bisa mengendalikan bola. Bola juga tidak akan mudah lepas, sehingga Anda bisa bermain dengan lebih baik.
Cara memegang yang benar adalah kedua tangan diletakkan di samping kanan dan kiri bola. Jari-jari tangan harus dibuka lebar atau merenggang sehingga bola tidak gampang terlepas.  Teknik ini sangat berguna ketika pemain harus menangkap bola yang dioper oleh rekannya.

2. Teknik Mengoper/Melempar Bola (Passing)
Pemain harus bisa menguasai teknik melempar agar bisa memberikan umpan bola kepada teman satu timnya. Ada beberapa teknik mengoper yang wajib Anda ketahui, mulai dari chest pass hingga melempar bola seperti pemain baseball.
Macam-macam passing sebagai berikut.

a. Operan Dada (Chest Pass)
Chest pass sering dilakukan untuk memberikan operan lurus pada teman satu tim. Pemain memegang bola dengan kedua tangan. Siku tangan ditekuk sehingga bola berada tepat di depan dada. Saat sudah siap, pemain harus segera melemparkan bole ke arah yang dinginkan.

b. Operan di Atas Kepala (Overhead Pass)
Operan ini dilakukan dengan posisi bola berada di atas kepala lalu melemparkannya secara lurus atau melengkung. Teknik ini berguna untuk mengoper jarak jauh, terutama ketika Anda sedang terdesak dan harus melempar bola melewati pertahanan tim lawan.
Cara melakukan teknik ini adalah dengan memegang bola memakai kedua tangan. Tangan diangkat sampai bola berada di atas kepala, setelah itu baru lakukan lemparan menuju target yang diinginkan.

c. Operan Memantul (Bounce Pass)
Teknik ini berguna untuk mengoper bola jarak pendek dan bisa mengecoh lawan. Caranya, pemain memantulkan bola ke bawah (lantai) dan mengarah ke teman satu timnya. Bola yang memantul tersebut nanti bisa langsung ditangkap oleh pemain lain.
Bounce pass tidak hanya untuk mengoper bola, tetapi juga berguna menghindari hadangan dari tim lawan. Akan tetapi, operan seperti ini harus dilakukan dengan cepat dan arah yang tepat agar tidak bisa direbut oleh tim lawan.

d. Operan Baseball (Baseball Pass)
Sesuai namanya, cara melakukan operan ini mirip seperti pemain baseball saat melempar bola, yaitu dilakukan hanya dengan satu tangan. Baseball pass biasanya dilakukan untuk mengelabui lawan dengan pura-pura akan menembak, tetapi ternyata hanya mengoper bola.

3. Teknik Menggiring Bola (Dribble)
Dribble dalam permainan basket adalah memantulkan bola ke lantai berkali-kali sambil terus berjalan/berlari menuju ring lawan. Dribble bisa dilakukan dengan satu atau dua tangan. Teknik dribble ada dua jenis, yaitu sebagai berikut,

a. Dribble Tinggi
Teknik ini biasanya dilakukan ketika pemain dalam keadaan bebas atau tidak dihadang tim lawan. Pemain melakukan teknik dribble ini sambil berlari atau berjalan cepat dengan tujuan menerobos pertahanan lawan.

b. Dribble Rendah
Teknik dribble rendah berguna untuk mempertahankan bola agar tidak direbut oleh tim lawan. Pemain yang sedang terhimpit atau berhadapan langsung dengan tim lawan sering melakukan teknik ini untuk menjaga bolanya.

4. Teknik Pivot
Teknik pivot sangat berguna untuk mengecoh lawan. Cara melakukan teknik ini adalah dengan menggerakkan/memutar badan sambil bertumpu pada salah satu kaki. Sambil bergerak, pemain harus terus menjaga bola agar tidak direbut oleh tim lawan.

5. Teknik Menembak Bola (Shooting)
Teknik menembak berguna untuk memasukkan bola ke dalam ring demi mencetak poin. Cara melakukan shooting pun bermacam-macam, mulai dari set shoot hingga teknik slam dunk.

a. Set Shoot
Pemain berdiri diam di satu tempat lalu menembakkan bola ke arah ring, bisa dengan satu atau dua tangan. Teknik ini biasanya dilakukan oleh pemain yang sedang terhimpit atau dihadang oleh lawan.

b. Jump Shoot
Pemain menembakkan bola dengan cara melompat. Lompatan yang dilakukan pun harus cukup tinggi agar bola bisa lebih mudah mengenai sasaran.

c. Lay Up
Lay up merupakan teknik yang menggabungkan tiga gerakan sekaligus, yaitu lari, lompat, dan menembakkan bola. Setelah men-dribble, pemain melangkah lebar sebanyak dua kali ke arah ring, kemudian melompat sambil melambungkan bola agar masuk ke keranjang.

d. Slam Dunk
Slam dunk merupakan teknik menembakkan bola dengan cara melompat ke udara. Pemain harus mampu melompat setinggi mungkin dan memasukkan bola secara langsung ke dalam keranjang. Jadi, bola tidak sekadar dilempar atau dilambungkan ke arah ring.

6. Teknik Rebound
Teknik ini berguna untuk merebut bola yang gagal masuk ke dalam ring, baik yang ditembakkan oleh teman maupun tim lawan. Jika teman satu tim gagal shooting, maka teknik ini berguna untuk memasukkan bola kembali ke dalam ring.
Jika yang gagal melakukan shooting adalah tim lawan, maka teknik rebound berguna untuk mencegah pihak musuh berusaha memasukkan bola itu kembali. Itulah mengapa rebound sangat penting dan bisa menjadi salah satu penentu kemenangan.