Lempar
Cakram
Lempar cakram merupakan salah satu dari cabang olahraga atletik nomor lempar. Dimana, nantinya atlet harus melemparkan cakram maksimal 3 kali dalam setiap perlombaan. Cakram itu sebuah benda yang terbuat dari bahan dasar kayu, yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi. (Didi Sugandi, 1986 : 51) Jadi, kesimpulan dari lempar cakram yaitu nomor lomba atletik lempar yang memakai sebuah benda kayu yang berbentuk piring dan bersabuk besi yang dilemparkan sejauh mungkin.
Sejarah
Lempar Cakram
Lempar cakram pada
awalnya bukanlah sebuah cabang olahraga, tetapi hanya aktivitas yang dilakukan
manusia sehari-hari demi bertahan hidup pada masa berburu dan meramu, bahkan
hingga saat ini. Olah raga ini sudah
dipertandingkan sejak abad ke 5 sebelum masehi. Yang mana olah raga ini
merupakan salah satu olah raga tertua di Yunani, hal ini ditandai dengan adanya
peninggalan patung kuno seorang lelaki yang memegang cakram dalam posisi akan
melempar, yakni patung Myron Discobolus.
Lempar cakram
merupakan olah raga yang selalu ada dalam setiap ajang olah raga internasional
seperti olimpiade. Tak hanya itu, lempar cakram merupakan olah raga yang menjadi
ikon. Sejak olimpiade modern yang
diadakan pertama kali pada tahun 1896, gambar atas figur atlet lempar cakram
menjadi ikon untuk mempromosikan ajang bergengsi tersebut yang bahkan dibuat
untuk stempel pada tahun 1896. Semenjak
runtuhnya kejayaan eropa kuno, olah raga ini sempat menghilang dalam kehidupan
masyarakat dan hanya menjadi cerita dalam narasi sejarah. Hingga pada akhirnya
lempar cakram ditemukan kembali oleh
Christian Georg Kohlrausch bersama muridnya pada tahun 1870 melalui riset
sejarah yang panjang. Dalam
penelitian tersebut, Georg tak hanya meneliti tentang olah raga lempar cakram,
namun juga menggali teknik yang dipergunakan atlet lempar cakram di masa lalu
dan kemudian hasil riset tersebut dipublikasikan sejak tahun 1880.
Waktu itu belum ada olimpiade modern. Dan ketika dilaksanakan olimpiade modern pertama, lempar cakram hanya diikuti oleh kaum laki-laki saja. Namun pada akhirnya pertandingan ini dapat diikuti oleh kaum perempuan pada tahun 1928 dan masuk dalam ajang Olimpiade.
Gaya
Lempar Cakram
Terdapat 2 gaya dalam melempar cakram, yaitu gaya samping dan gaya belakang. Yang mana penjelasannya adalah sebagai berikut.
1. Lempar Cakram Gaya Samping
Gaya yang pertama adalah gaya samping. Dimana atlet menghadap ke samping pada saat persiapan. Umumnya saat menggunakan gaya ini, para atlet menghadap ke samping kanan, hal ini karena sebagian besar atlet lempar cakram menggunakan tangan kanan untuk melempar. Saat menggunakan gaya ini, terdapat dua ancang-ancang yang bisa diambil oleh atlet lempar cakram, yaitu membuat ayunan dari arah samping ke depan beberapa kali, kemudian atlet mengukur sudut dan barulah kemudian ia melepaskan cakram sejauh mungkin ke depan.
2. Lempar Cakram Gaya Belakang
Kedua adalah gaya belakang. Atlet yang menggunakan gaya ini mempunyai sebuah keuntungan tersendiri. Karena para atlet memiliki jarak yang lebih luas saat ingin menciptakan momentum. Sehingga akan memperoleh lemparan yang lebih jauh. Walaupun begitu, ternyata gaya ini lebih sulit dilakukan daripada gaya samping dan memiliki risiko yang lebih besar, karena pada saat atlet menghadap ke belakang ia tidak dapat menentukan titik lempar sebaik yang ada pada gaya sisi samping.
Teknik
Dasar Lempar Cakram
1. Teknik Memegang Cakram
Cakram diletakkan di telapak tangan kiri supaya mudah untuk memegangnya. Kemudian tangan kanan diletakkan di atas cakram di bagian tengah. Renggangkan keempat jari untuk menutup bagian pinggir cakram. Lalu letakkan ibu jari bebas dimana saja pada cakram.
2. Teknik Awalan Lempar Cakram
Badan berdiri menghadap ke arah samping dengan kedua kaki dibuka selebar bahu. Fokuskan gerakan pada awalan berjalan dengan baik kemudian diikuti dengan ayunan cakram ke arah samping kanan, belakang dan kiri secara berulang-ulang. Kemudian putar badan secara cepat. Putaran terhadap bagian bawah tubuh mendahului bagian atas tubuh.
3. Teknik Melempar Cakram
Tolakkan pada kaki kanan agar panggul dapat diangkat ke atas. Selepas itu dorong kaki kanan ke arah depan dan atas. Badan dicondongkan ke arah kanan dan putar ke arah kiri diikuti dengan putaran gerakan panggul ke kiri juga. Tumpukan badan kepada kaki kiri. Letakkan badan ke arah lemparan penuh kemudian lempar cakram ke arah depan atas. Lemparkan cakram dengan sudut 90 derajat setinggi dagu searah dengan jarum jam. Lepaskan cakram pada saat berada di muka bahu dan dorong menggunakan jari telunjuk. Lemparan dinyatakan gagal apabila cakram telah dilemparkan sebelum mencapai muka bahu. Tetapi jika pelepasan cakram terlambat maka hasil dari lemparannya akan keluar dari daerah lemparan serta hasilnya tidak memuaskan. Cakram dilepaskan dengan posisi badan condong ke arah depan. Fokus pandangan ke arah lemparan atau depan.
4. Sikap Akhir Lempar Cakram
Pindahkan kaki kanan ke arah depan dan kaki sedikit ditekuk. Hal tersebut mencegah agar badan tidak keluar daerah lingkaran yang telah ditetapkan. Arahkan pandangan fokus menuju jatuhnya cakram serta letakkan kaki kiri di belakang. Posisikan badan berdiri seperti semula serta keluar dari lingkaran hingga melewati bagian belakang. Jangan keluar dari lingkaran dengan cara lari ataupun melompat
Ukuran
Cakram
Adapun ukuran cakram yang digunakan
atlet yaitu:
- Untuk putra memiliki berat cakram yaitu 2 kg dengan garis tengah 219-221 mm.
- Untuk putri memiliki berat cakram yaitu 1 kg dengan garis tengah 180-182 mm
Lapangan
Lempar Cakram
Adapun lapangan yang digunakan dalam
olahraga lempar cakram yaitu memiliki kriteria sebagai berikut:
- Area lempar dalam lapangan lempar cakram memiliki bentuk persegi dengan lingkaran yang berada tepat di tengah. Dimana para atlet akan melempar cakram di bagian lingkaran tersebut.
- Lingkaran tersebut sedikit lebih rendah, 5cm dari permukaan, terbuat dari logam setebal 5 mm yang dilapisi semen agar tidak licin. Diameter lingkaran adalah 2,5 meter.
- Terdapat jaring tinggi yang dipasang pada sisi kanan, kiri dan belakang lingkaran yang berfungsi untuk menahan cakram apabila terjadi kesalahan teknis seperti cakram terlepas sebelum dilontarkan ke arah lapangan pendaratan.
- Titik tengah lingkaran merupakan poros yang diambil sudut mengarah ke depan sebesar 34,92 derajat dari garis tengah. Pada Tepi garis sudut lapangan pendaratan diberi warna putih dengan lebar 5 cm sebagai tanda bagian luar dan dalam. Cakram akan dinilai apabila jatuh di area dalam sudut tersebut.
Peraturan
Lempar Cekram
1. Untuk Juri
- Juri
1 bertugas untuk memanggil para peserta
serta mengawasi gerakan-gerakan kaki peserta yang mengalami kesalahan.
- Juri
2 bertugas sebagai pengawas gerakan kaki
peserta yang salah pada sisi lingkaran. Juri dua memberikan isyarat melalui
bendera yang ia pegang. Bendera tersebut akan menyatakan apakah lemparan yang
dilakukan itu sah atau tidak.
- Juri
3 bertugas untuk menempatkan alat
pengukur sesudah bendera penanda tempat jatuhnya cakram disematkan.
- Juri 4 dan Juri 5 tugas dari keduanya yaitu mengamati tempat jatuhnya cakram paling dekat.
2. Aturan dalam bermain
- Lapangan dan cakram yang digunakan tergantung dengan situasi, apabila berskala internasional, maka ukuran lapangan dan ukuran cakram harus menggunakan ukuran standard yang ditetapkan IAAF.
- Lempar cakram menggunakan 5 orang wasit.
- Atlet lempar cakram dilarang untuk keluar dari lingkaran setelah berada pada posisi siap dan sebelum menyelesaikan lemparan.
- Atlet lempar cakram dilarang untuk menginjak bagian luar lingkaran ketika melakukan lemparan.




0 Comments
kritik dan saran saya harapkan, agar bisa menjadi motivasi bagi saya untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik ke depannya