Lari Jarak Pendek

Lari jarak pendek atau sprint yaitu olahraga yang dilakukan dengan mengandalkan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start sampai garis finish.

Untuk mendapatkan kemenangan, seorang pelari jarak pendek membutuhkan reaksi yang cepat, kecepatan yang baik, lari yang efisien dan ketepatan saat melakukan start, serta berusaha mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis finish (Widodo, 2010). Lari jarak pendek atau sprint yaitu perlombaan lari yang seluruh pelarinya memakai kecepatan sangat penuh dengan menempuh jarak 100 meter, 200 meter atau 400 meter, (Muhajir, 2007).

Sejarah Lari jarak pendek

Olahraga lari sudah dikenal sejak zaman dulu dan jadi satu-satunya cabang olahraga yang diperlombakan pada Olimpiade Kuno yang diadakan di Yunani pada tahun 776 SM. Pada penyelenggaraan olimpiade selanjutnya, barulah beberapa cabang olahraga lain dipertandingkan seperti memanah, bela diri, lempar tombak. Sedangkan, cabang olahraga lari pendek baru mulai diperlombakan untuk pertama kalinya di ajang Olimpiade Modern pada tahun 1896 di Athena, Yunani. Sejak itu, olahraga lari jarak pendek atau sprint jadi cabang olahraga tetap yang dipertandingkan setiap kali olimpiade diadakan. Selain itu, banyak juga event lain yang memperlombakan lari jarak pendek.

Olahraga ini sudah jadi salah satu cabang atletik yang sangat terkenal di dunia, termasuk di Indonesia, indonesia memiliki atlet-atlet lari jarak pendek atau sprinter berbakat yang menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Kamu mungkin pernah mendengar nama Purnomo, Mardi lestari dan Suryo Agung Wibowo yang berhasil membuat catatan waktu 10,20 detik pada Sea Games 2009 dan jadi sprinter tercepat se-Asia Tenggara. Lalu 10 tahun kemudian, sprinter muda yang bernama Muhammad Zohri, berhasil memecahkan rekor tersebut dengan catatan waktu 10,15 detik. Sedangkan, di tingkat dunia ada atlet yang bernama Usain Bolt yang mempunyai rekor waktu 9,58 detik buat lari jarak 100 meter.

Peraturan Lari Jarak Pendek

1. Peraturan Perlombaan

Ada beberapa peraturan dalam perlombaan lari jarak pendek yang harus diketahui, yaitu:

  • Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukkan dengan garis selebar 5 cm yang membentuk siku-siku, dengan batas tepi dalam lintasan.
  • Jarak lomba diukur dari tepi garis start ke tepi garis finish yang terdekat dengan garis start.
  • Aba-aba yang dipakai yaitu (bersedia), (siap) dan (ya) atau bunyi tembakan pistol.
  • Seluruh peserta lomba mulai berlari pada saat terdengar aba-aba (ya) atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara.
  • Peserta yang membuat kesalahan pada saat melakukan start diberi peringatan maksimal sebanyak tiga kali.
  • Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan dalam empat babak yaitu babak pertama, kedua, semifinal, dan final.
  • Babak pertama diadakan kalau jumlah peserta lomba cukup banyak. Pemenang I dan II pada tiap heat berhak maju ke babak berikutnya.

2. Peraturan Diskualifikasi

Seorang atlet lari jarak pendek bisa dikenai sanksi diskualifikasi kalau melakukan hal-hal yang dianggap tidak sah, seperti:

  • Melakukan kesalahan start lebih dari tiga kali
  • Mengganggu pelari lain
  • Keluar dari lintasan
  • Terbukti memakai obat-obatan perangsang (doping).

3. Sarana dan Prasarana

Selain peraturan untuk peserta, sarana dan prasarana bagi penyelenggaraan lomba lari jarak pendek juga wajib mengikuti peraturan seperti:

  • Lintasan: Lomba lari jarak pendek dilakukan di lapangan yang dilengkapi lintasan berjumlah 8 buah dengan lebar setiap lintasan 1,22 meter.
  • Peralatan: Alat yang dipakai dalam lomba lari jarak pendek yaitu sepatu lari (spikes), balok start (start block), tiang finish, stopwatch, bendera start dan pistol aba-aba.

Lapangan Lari Jarak Pendek

Olahraga ini bisa dilakukan pada lapangan terbuka atau lapangan yang tertutup dan bisa juga di lakukan pada lapangan yang khusus. Berikut ini ada beberapa bentuk lapangan lari jarak pendek, diantaranya sebagai berikut ini:

  • Mempunyai luas 400 meter persegi dan ada 1 titik garis finish.
  • Mempunyai garis start yang berbeda-beda dan mempunyai ukuran 100 meter, 200 meter maupun 400 meter.
  • Mempunyai lintasan sprinter 100 meter dari garis start sampai garis finish.
  • Pada sprinter mempunyai nomor yang berjarak 400 Meter dan atlet akan menempuh 1 kali dalam putaran pada lapangan.

Nomor Lari Jarak Pendek

Nomor lari jarak pendek dibedakan berdasarkan jarak atau panjang lintasan yang harus ditempuh oleh pelari, diantaranya yaitu:

  • Nomor lari dengan panjang lintasan 100 meter.
  • Nomor lari dengan panjang lintasan 200 meter.
  • Nomor lari dengan panjang lintasan 400 meter.

Pada lari nomor 100 meter, kebanyakan atlet memakai seluruh tenaganya untuk bisa mencapai kecepatan maksimal dari garis start sampai menyentuh garis finish. Tetapi, atlet yang berlari dengan nomor jarak yang jauh, maka harus mengatur tenaganya dan ada titik dimana atlet bisa memaksimalkan tenaganya secara penuh dari garis start sampai garis finish.

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek

1. Teknik Start dalam Lari Jarak Pendek

Teknik start atau awalan yaitu salah satu gerakkan yang sangat menentukan keberhasilan sprinter untuk mencapai garis finish duluan. Gerakkan teknik start atau awalan ini dibagi menjadi 3 jenis, diantaranya sebagai berikut ini:

a. Awalan Pendek (Bunch Start)

Cara melakukan teknik awalan pendek:

Pertama, ambil ancang-ancang posisi kaki kiri ada di depan (kaki yang terkuat) dan ditekuk. Kemudian, posisikan lutut kanan ada di belakang dan ada di samping kaki kiri. Setelah itu, beri jarak antara kaki kiri dan kaki kanan sekitar satu kepal. Lalu, posisikan kedua tangan ada di belakang garis start dengan merapatkan jari-jari dan ibu jari terpisah.

b. Awalan Menengah (Medium Start)

Cara melakukan teknik awalan medium:

Pertama, ambil ancang-ancang posisi kaki kiri ada di depan dan ditekuk. Selanjutnya, kamu posisikan lutut kaki kanan ada di sebelah tumit kaki kiri. Berikutnya, beri jarak kaki kiri dengan kaki kanan sekitar satu kepal. Terakhir, kamu posisikan kedua tangan berada di belakang garis start dengan merapatkan jari – jari dan ibu jari terpisah.

c. Awalan Panjang (Long Start)

Cara melakukan teknik awalan panjang:

Pertama, ambil ancang-ancang posisi kaki kiri ada di depan dan ditekuk. Setelah itu, kamu posisikan lutut kaki kanan ada di belakang kaki kiri. Kemudian, beri jarak kaki kiri dengan kaki kanan kurang lebih satu kepal. Lalu, kamu posisikan kedua tangan ada di belakang garis start dengan merapatkan jari-jari dan ibu jari terpisah.

 2. Teknik Berlari dalam Lari Jarak Pendek

Gerakan ini merupakan salah satu teknik yang paling penting dalam penentuan kemenangan dan untuk menguasainya, dibutuhkan koordinasi tubuh dan keseimbangan yang baik, jadi kecepatan atlet bisa stabil. Cara melakukan gerakan berlari:

Pertama, posisikan sikap badan sedikit condong ke depan saat berlari supaya nyaman dan tidak cepat lelah. Selanjutnya, lakukan tolakan sekuat mungkin saat berlari. Kemudian, saat berlari pakai langkah yang lebar dan gerakkan tangan ke arah dagu. Dalam setiap langkah, lakukan percepatan hingga mencapai kecepatan maksimum yang stabil.

Teknik berlari dalam cabang olahraga lari jarak pendek ini terbagi jadi 2 tahapan, yaitu sebagai berikut ini:

a. Fase Topang

Tujuannya buat memperkecil hambatan kaki saat menyentuh tanah atau memaksimalkan dorongan tubuh ke arah depan. Fase topang dalam gerakkan berlari ini terbagi menjadi dua yaitu topang depan dan belakang. Cara melakukan fase topang:

Pertama, saat berlari mendarat dengan telapak kaki. Kemudian, lutut kaki yang akan menopang sedikit dibengkokkan. Saat bertolak, percepat ayunan kaki dan luruskan kaki yang menopang dengan kuat sambil menolak ke arah depan. Terakhir, ayunkan paha kaki ke atas depan dengan cepat.

b. Fase Layang

Tujuannya buat memaksimalkan dorongan tubuh ke depan, supaya nantinya bisa menempatkan kaki dengan efektif saat menyentuh tanah. Cara melakukan fase layang:

Pertama, ayunkan lutut kaki ke atas depan. Lalu, bengkokkan lutut kaki yang akan menopang dengan diikuti ayunan lengan yang seirama dan rileks. Terakhir, tekan kaki yang menopang ke belakang sambil menolak ke depan.

3. Teknik Finish dalam Lari Jarak Pendek


Teknik dasar dalam cabang olahraga lari jarak pendek atau sprint yaitu gerakan badan saat akan memasuki garis finish. Cara melakukan teknik gerakkan finish:

Pertama, usahakan kecepatan saat akan memasuki garis finish jangan dikurangi. Selanjutnya, posisikan badan agak condong ke depan. Fokuskan pikiran ke garis finish tanpa memikirkan lawan di belakang kita. Mencondongkan badan ke depan bertujuan untuk, saat ada pelari lain yang juga hampir memasuki garis finish bersamaan, maka diharapkan atlet yang mencondongkan badannya akan menyentuh pita lebih dulu.