Pola Makan Sehat, Bergizi,
dan Seimbang
Pembelajaran ini menjadi menarik dan diminati karena berhubungan dengan usaha-usaha untuk meningkatkan immun tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dengan berada di rumah peserta didik akan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang tersedia di rumah dimana kualitasnya pasti lebih terjamin daripada jajan-jajanan yang ada diluar. Baiklah langsung saja kita masuk ke materi lanjutan PJOK kelas 7 Kurikulum 2013 "Pola Makan Sehat, Bergizi, dan Seimbang.
A. Hubungan antara Makanan dan Kesehatan
1. Guna Makanan
Tubuh manusia dapat tumbuh karena adanya zat yang berasal dari makanan. Oleh sebab itu, untuk dapat melangsungkan hidupnya, manusia mutlak memerlukan makanan. Zat yang diperlukan oleh tubuh dan berasal dari makanan itu disebut Zat makanan atau zat gizi. Enam macam zat gizi makanan antara lain:
- hidrat arang atau karbohidrat,
- lemak,
- protein,
- mineral dan garam-garam,
- vitamin-vitamin, dan
- air.
Tubuh memperoleh zat gizi dalam bentuk
makanan, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun dari hewan. Kebutuhan
tubuh akan zat gizi tidak dapat dipenuhi hanya dengan satu atau dua macam bahan
makanan saja, karena pada umumnya tidak ada satu bahan makananpun yang
mengandung zat gizi secara lengkap. Tiap-tiap bahan makanan mengandung zat gizi
yang berlainan, baik dalam jumlah maupun macamnya.
Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan
tubuh akan zat gizi, kita harus makan berbagai macam bahan makanan setiap hari.
Dalam hal ini, variasi makanan sangat memegang peranan penting. Makin beraneka
ragam bahan makanan yang dimakan, makin sehat pula tubuh kita. Selain enam
macam zat gizi tersebut, manusia memerlukan pula oksigen (zat asam). Zat ini
diperoleh pada waktu bernapas. Dilihat dari sudut ilmu gizi, makanan mempunyai
tiga kegunaan, antara lain:
- Membangun dan memelihara tubuh
- Memberi tenaga kepada tubuh
- Mengatur proses faali tubuh
a.
Membangun dan memelihara tubuh
Pertumbuhan manusia terjadi sejak dalam kandungan
sampai dengan masa remaja terjadi pembentukan sel-sel baru secara
besar-besaran, terlebih lagi pada usia di bawah lima tahun terjadi pertumbuhan
yang paling cepat. Pembentukan sel-sel baru tersebut diperlukan untuk membangun
bagian-bagian tubuh, misalnya: otot, tulang, darah, otak, dan organ-organ tubuh
lainnya.
Selain untuk pertumbuhan, pembentukan sel-sel
baru diperlukan pula untuk mengganti bagian-bagian tubuh yang rusak atau
hilang. Agar tubuh tetap sehat, tubuh harus dipelihara. Misalnya, bila
kehilangan darah akibat luka, kuku dan rambut yang aus, sel-sel tubuh yang
rusak karena sakit, perlu segera diperbaiki atau disembuhkan. Untuk perbaikan
atau penyempurnaan tersebut, tubuh memerlukan zat gizi, terutama zat pembangun
yang terdiri dari protein, mineral, dan air.
Selain pada masa pertumbuhan, pembentukan sel-sel baru terjadi pula pada waktu berolahraga. Dalam hal ini pembentukan sel-sel baru diperlukan untuk membentuk jaringan-jaringan otot.
b.
Memberi tenaga kepada tubuh
Manusia hidup harus dapat bergerak. Gerakan
dapat berupa gerakan yang nyata seperti berjalan mengangkat benda, makan, minum
dan lainnya. Gerakan yang nyata ini disebut pula gerakan sadar. Disamping
gerakan sadar, ada pula gerakan-gerakan yang tidak nyata, akan tetapi harus dilakukan
secara terus-menerus, walaupun dalam keadaan tidak sadar, misalnya pada waktu
tidur. Gerakan-gerakan tidak sadar, antara lain : gerakan jantung untuk
mengalirkan darah ke seluruh tubuh, gerakan paru-paru untuk bernapas, dan
gerakan usus untuk mencerna makanan.
Untuk gerakan-gerakan tersebut diperlukan tenaga atau panas, baik untuk gerakan sadar maupun tidak sadar. Manusia yang normal memerlukan panas untuk mengatur suhu tubuh. Suhu tubuh lebih kurang 36°. Apabila suhu disekitar menjadi lebih rendah, maka tubuh harus dapat membuat panas untuk menggantikan panas tubuh yang hilang karena dilepaskan ke sekeliling kita. Panas atau tenaga yang diperlukan oleh tubuh dapat dihitung dan dinyatakan dalam satuan kalori.
c.
Mengatur proses faali tubuh
Agar tubuh dapat berfungsi dengan baik, berbagai fungsi faali dalam tubuh harus diatur dan dikoordinasikan. Misalnya, proses pengaturan suhu tubuh agar tetap normal, proses pembekuan darah bila terjadi perndarahan, mengatur keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, pembentukan zat pelindung guna menjaga tubuh dari serangan penyakit atau zat yang membahayakan. Zat gizi yang diperlukan untuk mengatur proses-proses faali tersebut disebut zat pelindung, yaitu protein, mineral, vitamin, dan air.
2. Pengaruh Gizi terhadap
Kesehatan
Manusia sehat memiliki tubuh yang dapat
berfungsi dengan baik, dan dalam jaringan-jaringan tubuhnya tersimpan cadangan
zat gizi yang cukup untuk mempertahankan kesehatannya. Cadangan zat gizi akan
dipergunakan apabila kebutuhan tubuh akan zat gizi sehari-hari tidak terpenuhi.
Sebaiknya, bila konsumsi zat gizi berlebihan maka kelebihan tersebut akan
ditimbun dalam jaringan-jaringan tubuh dalam batas-batas tertentu.
Apabila jaringan-jaringan tubuh telah terlalu jenuh akan zat gizi, maka kelebihan zat gizi tersebut tidak dapat lagi ditampung dan akan mengganggu proses dalam tubuh. Kekurangan maupun kelebihan zat gizi dapat menyebabkan kelainan-kelainan. Keadaan semacam ini disebut gizi salah, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih. Sedangkan gizi baik terletak di antara keduanya.
a.
Perubahan-perubahan dalam tubuh akibat gizi salah.
- Pengurangan cadangan.
- Peubahan-perubahan biokimiawi.
- Perubahan-perubahan fungsi.
- Perubahan-perubahan anatonik.
b.
Pengaruh gizi terhadap daya kerja, daya tahan, pertumbuhan jasmani dan mental.
- Pengaruh terhadap daya kerja.
- Pengaruh terhadap daya tahan.
- Pengaruh terhadap pertumbuhan jasmani dan mental.
B. Pengetahuan tentang Makanan Sehat
1. Arti Makanan Sehat
Kekurangan maupun kelebihan zat gizi dapat berakibat
negatif terhadap kesehatan tubuh. Keadaan yang sempurna akan diperoleh apabila
tubuh mendapat semua zat gizi dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan,
dan dalam perbandingan yang seimbang.
Oleh sebab itu, makanan sehat sering disebut
juga makanan seimbang. Artinya, di dalam menu atau susunan hidangan sehari-hari
mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang memenuhi
kebutuhan, dan tiap-tiap zat gizi dalam perbandingan yang sesuai atau seimbang
satu dengan yang lainnya.
Di samping hal-hal yang menyangkut mutu gizi, makanan sehat harus pula bebas dari kuman-kuman atau Zat yang dapat menyebabkan penyakit. Oleh sebab itu, selain mutu gizi, faktor kebersihan makanan perlu pula mendapat perhatian.
2. Guna zat gizi
Sesuai dengan fungsinya, zat gizi dapat
digolongkan menjadi tiga, antara lain sebagai berikut.
- Zat tenaga
- Sumber: hidrat arang, lemak, dan protein.
- Zat pembangun
- Sumber: protein dan mineral.
- Zat pengatur
- Sumber: vitamin, mineral, protein, dan air.
Dari penggolongan tersebut dapat dilihat
bahwa beberapa zat gizi mempunyai fungsi lebih dari satu. Misalnya, protein
dapat berfungsi sebagai zat pembangun, zat tenaga maupun zat pengatur. Demikian
pula dengan mineral dan air dapat berfungsi sebagai zat pembangun maupun zat
pengatur.
1)
Hidrat Arang
Hidrat arang atau karbohidrat disebut juga
zat pati atau zat tepung atau zat gula. Susunan hidrat arang terdiri dari unsur
Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Hidrat arang dalam tubuh akan
dibakar dan menghasilkan tenaga dan panas. Satu gram hidrat arang akan
menghasilkan empat kalori.
Menurut besarnya molekul, hidrat arang dapat digolongkan menjadi tiga yaitu.
- Monosakarida
Monosakarida merupakan hidrat arang yang susunan molekulnya paling sederhana. Monosakarida merupakan hasil akhir dari pemecahan sempurna dari disakarida dan polisakarida, yaitu hidrat arang yang susunan molekulnya lebih kompleks. Sifatnya larut dalam air dan rasanya manis. Golongan ini adalah: glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
- Disakarida
Dalam
proses pencernaan, disakarida akan diubah menjadi monosakarida. Satu molekul
disakarida terdiri dari dua molekul monosakarida. Termasuk golongan disakarida
ialah sakharosa atau sukrosa, laktosa dan manosa. Hasil pemecahan disakarida
adalah sebagai berikut.
- Sukrosa = Glukosa + fruktosa
- Maltosa = Glukosa + glukosa
- Laktosa = Glukosa + galaktosa
- Polisakarida
Polisakarida terdiri dari banyak molekul monosakarida. Termasuk dalam golongan polisakarida ialah pati atau tepung, dekstrin dan selulosa.
2)
Lemak
Molekul lemak terdiri dari unsur-unsur Karbon
(C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Fungsi utama lemak ialah memberi tenaga
kepada tubuh. Satu gram lemak yang dibakar dalam tubuh akan menghasilkan 9
kalori. Selain fungsinya sebagai sumber tenaga, lemak juga merupakan bahan
pelarut dari beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K.
Pencernaan lemak di dalam tubuh memerlukan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, lemak akan tinggal lebih lama di dalam lambung. Oleh sebab itulah bila makan makanan yang mengandung lemak banyak akan memberi rasa kenyang yang lebih lama. Selain itu, lemak memberi rasa gurih pada makanan.
3)
Protein
Protein berasal dari bahasa Yunani yang
berarti menempati tempat pertama. Protein sering pula disebut zat putih telur.
Kata ini berasal dari bahasa Belanda “Eiwit” yang berarti putih telur. Untuk
pertama kali protein memang ditemukan dalam putih telur. Namun kemudian
terbukti bahwa protein tidak hanya terdapat dalam putih telur, sehingga istilah
putih telur sebenarnya tidak tepat lagi. Selain berfungsi sebagai zat
pembangun, protein juga berfungsi sebagai zat pengatur dan zat tenaga.
- Susunan
protein
Berbeda dengan hidrat arang dan lemak, selain
mengandung unsur Karbon, hidrogen dan oksigen, protein mengandung pula unsur
nitrogen (N). Ada beberapa jenis protein yang mengandung sulfur (S), fosfor
(P), dan kadang- kadang unsur-unsur lain. Unsur-unsur tersebut membentuk
unit-unit yang disebut asam amino. Asam amino inilah yang merupakan bahan dasar
pembentuk protein. Asam amino yang tidak dapat dibuat oleh tubuh disebut asam
amino esensial. Kedelapan asam amino esensial bagi manusia antara lain:
lysine, leusine, isoleucine, theonine, methione, valine, phenilalanine, tryptophane.
- Klasifikasi
protein
Sesuai dengan asam amino yang membentuknya, maka protein dapat digolongkan antara lain.
(1)
Protein sempurna
Protein sempurna ialah protein yang mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup banyak. Protein inilah yang termasuk golongan yang mampu menjalin pertumbuhan dan mampu mempertahankan jaringan-jaringan tubuh.
(2)
Protein kurang sempurna
Golongan ini mengandung asam-asam amino yang essensial, akan tetapi ada beberapa yang jumlahnya hanya sedikit. Protein yang termasuk golongan kurang sempurna ini masih dapat untuk mempertahankan jaringan-jaringan tubuh, akan tetapi tidak menjamin pertumbuhan.
(3)
Protein tidak sempurna
Protein golongan ini mengandung sedikit sekali asam amino essensial. Protein ini tidak dapat untuk mempertahankan, baik jaringan-jaringan tubuh maupun untuk menjamin pertumbuhan.
Fungsi
protein terdiri dari dari tiga macam yaitu.
(1)
Protein sebagai zat pembangun
Pada
masa pertumbuhan, kebutuhan tubuh akan protein relatif lebih besar. Pada masa
dewasa, dalam keadaan tertentu, tubuh memerlukan pula protein dalam jumlah yang
lebih besar dari biasanya, antara lain:
- Pada waktu latihan-latihan olahraga,
- Setelah menderita sakit keras atau sakit yang menahun,
- Pada waktu hamil, protein dibutuhkan antara lain untuk pertumbuhan janin dalam kandungan.
(2)
Protein sebagai zat pengatur
Baik secara langsung maupun tidak langsung di dalam tubuh protein mengatur berbagai proses, antara lain:
- Protein merupakan bagian dari haemoglobin (Hb), yaitu bagian dari darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke jaringan-jaringan tubuh.
- Sebagai protein plasma berfungsi untuk mengatur tekanan osmosa dan mempertahankan keseimbangan cairan dalam jaringan dan saluran darah.
- Sebagai protein darah berperan dalam mengatur keseimbangan asam basa dalam tubuh.
- Kekebalan tubuh terhadap penyakit disebabkan oleh adanya Zat anti yang juga terbuat dari protein. Enzim-enzim dan hormon-hormon yang mengatur berbagai proses dalam tubuh juga terbuat dari protein.
(3)
Protein sebagai zat tenaga
Karena protein mengandung unsur karbon (C ) maka protein dapat pula berperan sebagai zat tenaga. Satu gram protein akan mengahasilkan 4 kalori. Protein akan digunakan sebagai zat pembakar, apabila kebutuhan tubuh akan kalori tidak dapat dipenuhi oleh hidrat arang dan lemak. Apabila protein digunakan sebagai zat tenaga atau zat pembakar, maka protein tidak dapat digunakan sebagai bahan pembentuk sel-sel tubuh.
4)
Zat mineral
Meskipun mineral hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil tetapi zat ini mempunyai peranan penting dalam berbagai proses tubuh, yaitu sebagai zat pembangun dan zat pengatur.
- Mineral
sebagai zat pembangun
Sebagai zat pembangun, mineral berperan dalam pembentukan jaringan- jaringan tubuh. Misalnya, kalsium dan fosfor berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi. Zat besi sebagai pembentuk sel-sel darah merah dan lain sebagainya.
- Mineral
sebagai zat pengatur
Sebagai
zat pengatur mineral berfungsi, antara lain sebagai berikut.
- Keseimbangan asam basa,
- Dalam proses pembekuan darah,
- Dalam pengangkutan oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan sebaliknya, mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru,
- Kepekaan syaraf dan kontraksi otot,
- Proses metabolisme, sebagai bagian dari enzim-enzim dan hormon-hormon.
5)
Vitamin
Vitamin ialah zat organik yang dibutuhkan
oleh tubuh dalam jumlah yang sangat sedikit, namun penting untuk mempertahankan
kesehatan tubuh. Fungsi utama vitamin ialah mengatur proses metabolisme
protein, lemak, dan hidrat arang. Vitamin A dan D apabila dikonsumsi berlebihan
akan berakibat buruk. Beberapa hal yang menyebabkan timbulnya kekurangan
vitamin antara lain sebagai berikut.
Kurang
memakan bahan makanan yang mengandung vitamin.
Dalam tubuh terjadi interaksi dari beberapa
vitamin. Kekurangan salah satu vitamin akan menyebabkan terganggunya fungsi
vitamin lain.
Menurut sifatnya, vitamin dapat digolongkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) dan vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C).
6).
Air
Kebutuhan tubuh akan air dapat dikatakan
nomor dua setelah oksigen. Orang dapat hidup tanpa makan untuk beberapa minggu.
Tanpa air, orang hanya dapat bertahan untuk beberapa hari. Kehilangan 10% dari
cairan tubuh akan sangat membahayakan. Kematian yang terjadi bila kehilangan
cairan tubuh mencapai 20%.
Tubuh sebagian besar terdiri dari air. Pada
bayi jumlah cairan tubuh mencapai lebih kurang 20% dari berat badan, sedangkan
pada orang dewasa lebih kurang 65%. Air terdapat disemua jaringan di dalam
tubuh dengan kadar yang sangat berbeda-beda. Dalam gizi misalnya, jumlah cairan
lebih kurang hanya 5%, dalam lemak atau tulang kira-kira 25%, sedang dalam
jaringan otot dapat mencapai 80%.
Air di dalam tubuh, selain berfungsi sebagai zat pembangun, berfungsi pula sebagai zat pengatur. Sebagai zat pengatur, air berperan antara lain sebagai pelarut hasil-hasil pencernaan, sehingga zat yang diperlukan tubuh dapat diserap melalui dinding usus. Tubuh memperoleh air dari tiga sumber, yaitu dari minuman, dari air yang terkandung dalam bahan-bahan makanan dan dari air yang terbentuk dalam jaringan sebagai hasil pembakaran zat makanan sumber tenaga.
C. Pengetahuan tentang Gizi
Salah
Gizi salah ialah suatu keadaan yang disebabkan ketidak seimbangan antara jumlah zat gizi yang dikonsumsi dan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Termasuk golongan ini ialah: penyakit-penyakit gizi kurang dan penyakit-penyakit gizi lebih.
Penyakit-penyakit gizi kurang antara lain sebagai berikut.
1.
Kurang kalori protein
Kekurangan protein biasanya disertai dengan
kekurangan kalori. Penyakit akibat kekurangan kalori dan protein disebut kurang
kalori protein atau terkenal istilah KKP (Kurang Kalori Protein). Penyakit ini
banyak menimpa golongan anak, terutama anak-anak yang berumur di bawah lima
tahun. Akibat yang sangat merugikan dari Kurang Kalori Protein ialah anak
menjadi kurang lincah, lemah dan malas, tidak cerdas dan sering jatuh sakit.
Tanda khas yang mendahului gejala-gejala KKP ialah terganggunya pertumbuhan
anak.
Pada tingkat berat kita mengenal dua bentuk KKP, yaitu “Kwashiorkor” dan "Marasmus”. Kwashiorkor terutama disebabkan oleh kekurangan protein, sedangkan Marasmus terutama akibat kekurangan kalori.
a.
Kwashiorkor
- Tanda-tanda yang khas
- bengkak, terutama kaki dan tangan,
- berat badan kurang bila dilihat dari umurnya,
- muka sembab, dan
- otot-otot kendor.
Tanda-tanda
yang biasanya menyertai
- rambut tipis, kulit kusam,
- pucat karena kurang darah (anemia),
- berak encer,
- kulit pecah mengelupas,
- gejala kurang vitamin A, dan
- pembesaran hati.
b.
Marasmus
Tanda-tanda
yang khas
- sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit,
- wajahnya seperti orang tua, dan
- kulitnya keriput.
Tanda-tanda
yang biasanya menyertai
- pucat karena anemia,
- berak encer,
- dehidrasi (banyak kehilangan cairan tubuh), dan
- gejala kurang vitamin A dan lainnya.
2.
Kurang vitamin A
Kurang vitamin A merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Penyakit ini banyak menimpa anak balita. Gejala utama vitamin A tampak pada gangguan alat penglihatan. Buta senja merupakan gejala dini dari kekurangan vitamin A, yaitu mata kurang dapat menyesuaikan diri pada perubahan cahaya terang dan sebaliknya. Pada tingkat berat kekurangan vitamin A akan terjadi kelainan anatomik. Selaput bening mata (cornea) menjadi kering, kemudian lama kelamaan menjadi rusak yang berakhir dengan kehancuran bola mata sehingga mata menjadi buta sama sekali. Tingkat kelainan yang berat ini disebut Karatomalacia. Selain mengakibatkan gangguan terhadap penglihatan, kekurangan vitamin A akan menyebabkan juga kelambatan pertumbuhan, pengeringan epetil kulit, dan pengeringan kelenjar air mata. Mengonsumsi vitamin A yang berlebihan dapat menimbulkan akibat yang kurang baik, yang disebut keracunan vitamin A.
3. Kurang vitamin B
a.
Kurang vitamin B1 (thiamine)
Vitamin B1 berfungsi dalam metabolisme hidrat arang. Oleh sebab itu, kekurangan vitamin ini akan menyebabkan gangguan pada metabolisme hidrat arang. Gejala-gejala awal dari kekurangan vitamin B1, antara lain kurang nafsu makan, sukar buang air besar, rasa lelah, dan sukar tidur. Kekurangan vitamin B1 tingkat berat akan menyebabkan penyakit beri-beri.
b.
Kurang vitamin B2 (ribofavine)
Gejala kekurangan riboflavine biasanya terdapat bersamaan dengan gejala kekurangan vitamin B lainnya. Tanda-tanda yang khas ialah bibir kering pecah-pecah, juga pecah-pecah pada sudut mulut, radang pada lidah, kulit sekitar hidung kering dan kasar berbintik-bintik.
c.
Kurang niacin
Tubuh manusia dan hewan menyusui dapat membuat niacin dari asam amino tryptophan. Penyakit akibat kekurangan niacin disebut pellagra. Gejala-gejala pellagra dikenal dengan istilah “3 D”, yaitu singkatan dari Diare, Disentri dan Dimensia.
4.
Kurang vitamin C
Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin C disebut scorbut (sariawan), dengan gejala-gejala yang lazim, antara lain: perdarahan di bawah kulit sehingga tampak bercak-bercak hitam kemerah-merahan, gusi bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah.
5
Kurang vitamin D
Kekurangan vitamin D akan menyebabkan penyakit yang disebut rachitis, yaitu kelainan-kelainan pada pertumbuhan tulang. Penyakit ini terdapat pada anak-anak yang masih kecil. Tanda-tanda kekurangan vitamin D ialah tulangtulang panjang menjadi bengkak dan pertumbuhan gigi terlambat. Kelebihan vitamin D akan menyebabkan keracunan yang memberi efek antara lain : tulang menjadi rapuh, karena zat kapur dan fosfor diserap keluar dari tulang-tulang.
6.
Kurang vitamin E
Kekurangan vitamin E akan menyebabkan kemandulan dan kelainan pada jantung. Pengaruhnya terhadap keadaan gizi manusia hingga sekarang masih belum dapat diketahui dengan pasti.
7.
Kurang vitamin K
Vitamin K diperlukan untuk pembuatan protrombin, sesuatu yang diperlukan untuk pembekuan darah. Oleh sebab itu, kekurangan vitamin K akan mengakibatkan hambatan pada proses pembekuan darah. Pada operasi atau luka-luka misalnya, akan mudah terjadi perdarahan.
8.
Kekurangan zat mineral
Bidang gizi yang akan dibicarakan adalah mengenai kekurangan kalsium (zat kapur), fosfor, zat besi, dan yodium. Walaupun demikian, bukan berarti bahwa zat mineral lainnya tidak penting.
a.
Kurang kalsium dan fosfor
Pada anak-anak, kekurangan kedua zat mineral ini akan menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang dan gigi. Penyakit rachitis akan terjadi apabila selain kekurangan zat kapur dan fosfor, juga kekurangan vitamin D. Pada orang dewasa akan terjadi osteoprosis dan osteomalacia, yaitu sejenis penyakit menyebabkan tulang-tulang menjadi rapuh dan lemak.
b.
Kurang zat besi
Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia. Anemia dapat disebabkan selain karena kekurangan zat besi juga karena faktor-faktor lain. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, pada gadis remaja, dan pada wanita terutama wanita hamil. Anemia banyak pula dijumpai di kalangan pekerja kasar. Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia.
c.
Kurang yodium
Yodium merupakan bagian dari hormon thyroid yang mengatur metabolisme basal. Kekurangan yodium akan menyebabkan pembesaran kelenjar thyroid yang dikenal sebagai gondok (goiter). Pada tingkat ringan pembesaran kelenjar thyroid hanya dapat diketahui dengan meraba leher. Pada tingkat yang lebih lanjut, pembesaran kelenjar thyroid dilihat dari kejauhan. Pada tingkat berat, akan menyebabkan kretin yaitu tubuh kerdil, bisu, tuli dan keterbelakangan mental. Cacat jasmani dan mental akibat kekurangan yodium ini tidak dapat diperbaiki lagi.
D. Usaha-usaha perbaikan gizi yang telah dilakukan di Indonesia
1.
Usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK)
UPGK ialah suatu paket kegiatan terpadu yang
bertujuan terutama untuk menanggulangi masalah kurang kalori protein.
Kegiatan-kegiatan UPGK antara lain.
- Penimbangan anak-anak balita sebulan sekali.
- Penyuluhan gizi.
- Pemberian makanan tambahan.
- Pemberian paket pertolongan gizi.
- Kurang gizi.
2.
Usaha pencegahan kekurangan vitamin A
Tujuan utama dari usaha ini ialah untuk melindungi anak-anak balita terhadap kemungkinan kekurangan vitamin A. selain dengan penyuluhan gizi, yang digalakkan penggunaan sayuran hijau sebagai sumber vitamin A, juga dilancarkan pemberian kapsul vitamin A takaran tinggi kepada anak-anak balita setiap enam bulan sekali. Usaha ini terutama dilakukan di daerah-daerah yang belum tercakup oleh usaha perbaikan gizi keluarga (UPGK).
3.
Usaha pencegahan gondok endemik
Usaha pencegahan gondok endemik meliputi usaha jangka panjang dan jangka pendek. Usaha jangka panjang dilakukan dengan menggalakkan penggunaan garam beryodium terutama untuk masyarakat yang tinggal di daerah-daerah gondok endemik. Usaha jangka pendek dilakukan dengan jalan menyuntikan zat yodium ke dalam tubuh. Suntikan ini dilakukan lima tahun sekali. Obat yang disuntikan itu disebut lipiodol, yaitu suatu larutan yodium dalam minyak.
E. Pengaruh Gizi Makanan
1.
Pengaruh Gizi Terhadap Daya Kerja
Manusia sehat memiliki tubuh yang dapat
berfungsi dengan baik dan dalam jaringan-jaringan tubuhnya cadangan zat gizi
yang cukup untuk mempertahankan kesehatannya. Cadangan zat gizi akan
dipergunakan apabila kebutuhan tubuh akan zat gizi sehari-hari tidak terpenuhi.
Sebaliknya, bila konsumsi zat gizi berlebihan, maka kelebihan tersebut akan
ditimbun dalam jaringan-jaringan tubuh dalam batas-batas tertentu. Apabila
jaringan-jaringan tubuh telah terlalu jenuh akan zat gizi tersebut tidak dapat
lagi ditampung dan akan mengganggu proses-proses dalam tubuh.
Dengan demikian jelaslah bahwa kekurangan
maupun kelebihan zat gizi akan dapat menyebabkan kelainan. Keadaan semacam ini
disebut gizi salah, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih. Sedangkan gizi
baik terletak diantara keduanya. Perubahan keadaan gizi orang sehat hingga ia
merasa dirinya sakit, memakan waktu yang lama sekali. Sebelum proses perubahan,
tubuh telah membiasakan diri dengan fungsi-fungsi tubuh yang kurang sempurna
sehingga biasanya orang tidak sadar bahwa ia sebenarnya dalam keadaan gizi
kurang.
Tingkat kesehatan semacam ini yang disebut tidak sakit tetapi tidak sehat. Keadaan semacam ini banyak terdapat di Indonesia. Meskipun pada tahap ini orang tidak merasa bahwa dirinya sakit, akan tetapi hal itu mempunyai pengaruh terhadap kemampuan atau daya kerja seseorang, antara lain orang menjadi kurang bergairah, cepat lelah, mengantuk, dan sering sakit.
2.
Pengaruh gizi terhadap daya tahan
Kelainan gizi yang berat sering berakibat
timbulnya suatu penyakit infeksi. Sebaliknya, penyakit infeksi akan mudah
menyerang apabila dalam keadaan gizi kurang. Demikianlah akan terjadi sebab
akibat yang timbal balik antara gizi kurang dan penyakit infeksi. Pada waktu
sakit tubuh memerlukan zat gizi dalam jumlah yang lebih banyak daripada
biasanya. Sedangkan pada umumnya, waktu sakit kita kurang mempunyai nafsu
makan. Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang meningkat ini, maka cadangan zat
gizi dalam tubuh akan dipakai.
Apabila keadaan ini berlangsung terus-menerus, cadangan zat gizi dalam jaringan-jaringan akan habis terpakai, lebih-lebih kalau timbunan cadangan hanya terbatas, sedangkan yang diperoleh dari makanan sangat sedikit. Keadaan disebut gizi kurang pembentukan xat anti atau xat pelindung terhadap penyakit juga kurang, sehingga tubuh mudah terserang penyakit.
3.
Pengaruh gizi terhadap pertumbuhan jasmani dan mental
Gizi kurang yang timbul pada masa
kanak-kanak, selain akan menyebabkan gangguan pertumbuhan jasmani, juga akan
menyebabkan gangguan perkembangan mental. Seseorang yang menderita gizi kurang
pada masa kanakkanak, setelah mencapai dewasa tubuhnya tidak akan mencapai
tinggi yang seharusnya dapat dicapai. Selain itu, jaringan-jaringan ototnya
juga kurang dapat berkembang. Di samping menyangkut pertumbuhan fisik, tingkat
kecerdasan anak juga akan terpengaruh. Hal ini disebabkan oleh perkembangan
jaringan otak hanya berlangsung sejak anak masih dalam kandungan sampai dengan
umur lebih kurang empat tahun.



0 Comments
kritik dan saran saya harapkan, agar bisa menjadi motivasi bagi saya untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik ke depannya